Kamis, 23 Agustus 2012

Masalah sosial dan Masalah Kemiskinan, anak muda.


         Dalam ilmu Sosiologi dipelajari sebuah masalah sosial yang sering dikatakan sebagai suatu kondisi tidak  normal dari keadaan sebelumnya. Oleh karena itu, sosiologi pada umumnya mempelajari gejala-gejala sosial yang normal atau teratur dalam kehidupan masyarakat. Namun, gejala-gejala itu terkadang berubah dari keadaannya normal sebagaimana yang dikehendaki oleh masyarakat yang bersangkutan menjadi tidak normal atau tidak teratur. Gejala-gejala sosial yang tidak sesuai antara apa yang diinginkan dengan apa yang telah terjadi dinamakan masalah sosial. 
        Pada masyarakat Indonesia masalah-masalah sosial sering disebabkan oleh perubahan-perubahan yang terus-menerus, sehingga terjadi situasi dan kondisi yang tidak diinginkan seperti kerusakan organisasi sosial dalam masyarakat. Untuk memecahkan masalah sosial, terlebih dahulu perlu diketahui klasifikasi dan kriteria yang tergolong masalah sosial. 
Klasifikasi Masalah Sosial 
Soerjono Soekanto membedakan masalah sosial menjadi empat, yaitu: 
  1. Masalah sosial dari faktor ekonomis, contohnya kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya. 
  2. Masalah sosial dari faktor biologis, contohnya penyakit menular. 
  3. Masalah sosial dari faktor psikologis, contohnya frustasi, bunuh diri, penyakit saraf, gila, dan sebagainya.
  4. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, contohnya kenakalan remaja, perceraian, pencurian, dan sebagainya. 

Pengelompokkan yang lainnya adalah berdasarkan: 
  • Kepincangan warisan fisik yang diakibatkan oleh pengurangan atau pembatasan sumber daya alam. 
  • Warisan sosial, misalnya migrasi, pembatasan kelahiran, pertumbuhan atau berkurangnya penduduk, kualitas hidup, pendidikan, politik dan supremasi hukum. 
  • Kebijakan sosial, misalnya perencanaan sosial dan perencanaan ekonomi. 

Kriteria Masalah Sosial 
  1. Kriteria utama Kriteria utama dari masalah sosial adalah adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan, Maksudnya yaitu adanya ketidakcocokan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi dalam kenyataan pergaulan hidup. 
  2. Sumber Masalah Sosial Masalah-masalah sosial tidak hanya berasal dari kondisi atau proses-proses sosial, tetapi juga berasal dari bencana alam, seperti gempa bumi, kemarau panjang, banjir, dan lain-lain. 
  3. Penetapan Masalah Sosial Untuk menetapkan apakah sesuatu dianggap masalah sosial atau bukan, maka diperlukan sekelompok kecil individu yang mempunyai kekuasaan atau wewenang yang lebih besar untuk menetapkan hal tersebut. 
  4. Masalah-masalah Sosial Nyata dan Laten Masalah sosial nyata adalah masalah sosial yang timbul sebagi akibat terjadinya kepincangan yang disebabkan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan masalah sosial laten adalah masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat, tetapi masyarakat tidak mengakuinya sebagai masalah di tengah-tengah mereka, hal ini disebabkan ketidakmampuan masyarakat untuk mengatasinya. 
  5. Perhatian Masyarakat Terhadap Masalah Sosial Suatu kejadian yang merupakan masalah sosial belum tentu menjadi pusat perhatian masyarakat dan setiap pusat perhatian masyarakat belum tentu dikatakan masalah sosial. 
Beberapa Masalah Sosial Penting 
  1. Kemiskinan, yaitu suatu keadaan seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental ataupun fisiknya dalam kelompok tersebut. 
  2. Kejahatan, terbentuk melalui proses imitasi pelaksanaan peran sosial, diferensiasi, identifikasi dan kekecewaan yang agresif. 
  3. Disorganisasi Keluarga, yaitu keretakan hubungan keluarga karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya. 
  4. Peperangan, yaitu bentuk pertentangan dahsyat sehingga merugikan dan menimbulkan disorganisasi baik di negara yang menang maupun di pihak yang kalah. 
  5. Pelanggaran Terhadap Norma, terbagi menjadi 2, yaitu: a. Pelacuran b. Kenakalan Remaja 
  6. Masalah Kelainan Seksual (Homoseksual & Lesbian) 
  7. Masalah Kependudukan, dalam hal ini pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, namun tidak diimbangi dengan kualitas dan taraf hidup yang memadai, maka akan menimbulkan suatu masalah sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar