Senin, 13 April 2020

Teori-teori Utama Sosiologi

A.    TEORI-TEORI UTAMA SOSIOLOGI

1.      Teori Fungsionalisme Struktural
Teori fungsionalisme struktural menganggap stratifikasi sosial atau hierarki sebagai sebuah keniscayaan. Setiap masyarakat bekerja dalam sebuah sistem yang terstratifikasi dan semuanya berfungsi sesuai kebutuhan sistem sosial. Singkatnya, stratifikasi merupakan kebutuhan dari sebuah sistem. Perlu digarisbawahi bahwa stratifikasi bukan tentang seseorang yang menempati ’jabatan’ tertentu, tapi tentang posisi sosial dalam sebuah sistem. Setiap posisi bisa diibaratkan organ tubuh, maka ada jantung, hati, ginjal, dan sebagainya. Semua organ bekerja memenuhi kebutuhan fungsional bagi tubuh. Jika salah satu posisi sosial tidak berfungsi, sistem sosial akan kacau. Masyarakat mengalami disorganisasi.
Gagasan inti: Sistem sosial ibarat organ tubuh
Tokoh: Emile Durkheim, Talcott Parsons
2.      Teori Interaksionisme Simbolik
Prinsip dasar teori interaksionisme simbolik adalah manusia memiliki kapasitas untuk berpikir dan pemikirannya dibentuk oleh interaksi sosial. Dalam proses interaksi, manusia mempelajari makna dan simbol-simbol yang mengarahkannya pada kapasitas menjadi berbeda dengan lainnya. Makna dan simbol memungkinkan manusia untuk bertindak dan berinteraksi secara berbeda, misalnya cara orang memaknai kesuksesan berbeda-beda atau perbedaan bahasa yang digunakan setiap suku juga berbeda. Manusia mampu memodifikasi atau mengubah makna yang mereka gunakan dalam proses interaksi sesuai interpretasi atas situasi sosial. Mengubah makna dan simbol dilakukan dengan pertimbangan untung rugi, kemudian memilih salah satunya. Perbedaan pola tindakan dan interaksi menciptakan perbedaan kelompok dalam masyarakat.
Gagasan inti: Pemikiran seseorang dibentuk oleh interaksi sosial
Tokoh: Herbert Blumer
3.      Teori Konflik
Teori konflik berkembang sebagai reaksi teori fungsionalisme struktural. Teori konflik memiliki akar tradisi dari Marxian. Teori konflik melihat relasi sosial dalam sebuah sistem sosial sebagai pertentangan kepentingan antar kelas yang berbeda. Karl Marx menyatakan dengan teori perjuangan kelas (borjuis dan proletar). Masing-masing kelompok atau kelas memiliki kepentingan yang berbeda. Perbedaan kepentingan ini ada karena beberapa sebab: Pertama, manusia memiliki pandangan subjektif terhadap dunia. Kedua, hubungan sosial adalah hubungan saling memengaruhi atau orang mempunyai efek pengaruh terhadap orang lain. Ketiga, efek pengaruh tersebut merupakan potensi konflik interpersonal. Dengan demikian stratifikasi sosial berisi relasi yang sifatnya konfliktual.
Gagasan inti: Struktur relasi sosial dibentuk oleh konflik kepentingan
Tokoh: Karl Marx, Randal Collins
4.      Teori Strukturalisme
Teori strukturalisme menekankan pada pentingnya struktur dalam memengaruhi atau bahkan menentukan tindakan manusia. Stuktur merupakan elemen tak kasat mata yang mengatur tindakan seseorang. Terdapat perdebatan mengenai dimana sebenarnya struktur berada. Struktur bisa berada di tempat yang dalam seperti pada pemikiran manusia. Ada pula yang mengatakan, struktur berada di luar individu seperti struktur sosial berupa norma dan nilai. Pendapat lain mengatakan struktur terdapat dalam bahasa seperti pada studi-studi linguistik. Tidak menutup kemungkinan pula struktur berada dalam relasi antara individu dengan struktur sosial. Teori strukturalisme meletakkan struktur sebagai faktor determinan dari tindakan sosial.
Gagasan inti: Tindakan manusia ditentukan oleh sistem struktur

Tokoh: Karl Marx, Sigmund Freud, Claude Levi Strauss

Latar Belakang Munculnya sosiologi, ciri-ciri sosiologi, objek kajian sosiologi, kegunaan dan manfaat sosiologi (dasar sosiologi)

A.    LATAR BELAKANG MUNCULNYA SOSIOLOGI

Sosiologi yang lahir pada tahun 1842 ditandai tatkala Auguste Comte menerbitkan bukunya yang berjudul Positive-Philosophy. Banyak pemikiran dan teori Comte yang sangat tersohor pada saat itu hingga sekarang. Menurut Comte, sosiologi harus dibentuk berdasarkan pengamatan atau observasi terhadap masyarakat bukan hanya sekadar spekulasi-spekulasi perihal masyarakat. Pemikiran yang paling termasyhur diantara pemikiran-pemikiran Pria yang dilahirkan 215 tahun lalu ini adalah
Pemikirannya tentang tiga tahap perkembangan intelektual. Yaitu,
Pertama tahap teologis atau fiktif,
kedua tahap metafisik yang merupakan perkembangan dari tahap pertama,
ketiga adalah tahap positif yang merupakan tahap terakhir dari perkembanagan manusia.

Auguste Comte membagi sosiologi menjadi dua bagian yaitu Social Statics dan Social Dynamic. Social statics dimaksudkannya sebagai suatu study tentang hukum– hukum aksi dan reaksi antara bagian– bagian dari suatu sistem sosial. Social statics merupakan bagian yang paling elementer dari ilmu sosiologi, tetapi dia bukanlah bagian yang paling penting dari study mengenai sosiologi, karena pada dasarnya social statics merupakan hasil dari suatu pertumbuhan.
Bagian yang paling penting dari sosiologi menurut Auguste Comte adalah apa yang disebutnya dengan social dynamic, yang didefinisikannya sebagai teori tentang perkembangan dan kemajuan masyarakat. Karena social dynamic merupakan study tentang sejarah yang akan menghilangkan filsafat yang spekulatif tentang sejarah itu sendiri.


1.       Revolusi Politik
a.    Rentetan revolusi politik seluruhnya di awali dengan revolusi prancis pada tahun 1789 hingga abad ke-19 M.
b.    Revolusi politik menimbulkan dampak positif, maupun negative. Namun dari segi keteraturan dan perdamaian, masih lebih teratur dan damai pada abad pertengahan yaitu zaman helenisme daripada zaman renaisans.
c.    Para teoritisi masa ini tertarik untuk menemukan basis tatanan social baru, dikarenakan tatanan social sebelumnya telah hancur akibat revolusi politik.
d.   Para teoritisi ini diantaranya adalah:
1)   Comte,
2)   Durkheim, dan
3)   Parsons.
2.       Revolusi Industri dan Lahirnya Kapitalisme
a.       Berkembang pesat pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.
b.      Bukan peristiwa tunggal, melainkan terdiri dari beberapa peristiwa yang berkembang dan saling terkait.
c.       Puncaknya transformasi dunia barat dari sistem pertanian menuju sistem industri.
d.      Industri ada karena kemajuan teknologi yang sangat pesat.
e.       Birokrasi ekonomi semakin dibutuhkan industri karena jasanya.
f.       Menumbuhkan sistem ekonomi kapitalis.
g.      Pasar bebas muncul dan memberikan banyak keuntungan bagi para kapitalis.
h.      Munculnya strata sosial yang tidak stabil.
i.        Munculnya gerakan buruh untuk merobohkan kemapanan dari para kapitalis secara radikal.
3.       Kelahiran Sosialisme
a.       Menurut marx, adalah serangkaian perubahan yang bertujuan mengatasi akibat samping dari sistim industri dan kapitalisme.
b.      Sedangkan menurut weber dan Durkheim adalah solusi dari masalah-masalah industri.
c.       Weber dan Durkheim memiliki definisi berbeda dengan marx tentang sosialisme.
d.      Weber dan Durkheim lebih mengupayakan reformasi sosial dalam kapitalisme, daripada revolusi sosial yang di uslkan oleh karl marx.
4.       Feminisme
a.       Perspektif feminis akan muncul dimana saja ketika wanita telah merasa tersubordinasikan oleh laki-laki.
b.      George ritzer melacak pendahulu feminis muncul mulai tahun 1630-an. Sedangkan ledakan karya feminis pertama mulai muncul pada tahun 1780-1790-an. Dan secara bebas baru ditulis baru-baru ini, misalnya baca (Deegan, 1988; Fitzpatrick, 1990; Gordon, 1994; Lengermann dan Niebrugge-Brantlry, 1998; Rosenberg, 1982).
c.       Pada ledakan karya feminis pertama yang terjadi pada tahun 1780-1790, antara lain tokohnya adalah Harriet Martineau, Charlotte Perkins Gilman, Jane Addams, Florence Kelley, Anna Julia Cooper, Ida Wells-Barnett, Marrianne Weber, dan Beatrice Potter Webb.
d.      Namun seiring berjalannya waktu, karya mereka terpinggirkan karena tanggapan para tokoh sosiolog laki-laki yang memiliki posisi sentral pada masa itu, menanggapinya dengan konservatif dan merespon dengan tanggapan yang konvensional. Tokoh-tokoh tersebut antara lain adalah Spencer, weber, dan Durkheim.
5.       Urbanisasi
a.       Dampak revolusi industri pada abad ke-19 dan 20 menimbulkan imigrasi besar-besaran.
b.      Karena imigran belum dapat bersosialisasi dengan baik, maka timbullah masalah-maslah baru, seperti :
1)      kepadatan penduduk yang tidak seimbang antar daerah,
2)      polusi yang berlebihan,
3)      kemacetan,
4)      kebisingan, dan
5)      penipuan.
c.       Para sosiolog yang meneliti untuk mencari solusi dari masalah-masalah tersebut adalah Max Weber, dan George Simmel.
6.       Perubahan di Wilayah Agama
a.       Banyak sosiolog muncul dari latar belakang agama.
b.      Sosiolog memiliki orintasi hampir sama dengan agama yaitu memperbaiki kehidupan manusia, dengan perbaikan moral (Durkheim dan Talcott Persons).
c.       Comte menyebut sosiologi sebagai agama baru.
d.      Para sosiolog religious, seperti:
1)      Vidich,
2)      Lyman,
3)      Comte,
4)      Weber,
5)      Marx, dll.
7.       Tumbuhnya Ilmu Pengetahuan
a.    Paradigma positifistik yang dilahirkan comte berdampak pada kemajuan teknologi.
b.  Ilmu pengetahuan yang dianggap memiliki hubungan penting dengan teknologi mendapatkan tempat istimewa dalam lembaga-lembaga pendidikan. Seperti:
1)      Kimia,
2)      Fisika,
3)      Biologi, dll.
c.    Para sosiolog kebanyakan tertarik untuk mamahami bidang keilmuan tersebut. Seperti:
1)      Comte,
2)      Durkheim,
3)      Spancer,
4)      Mead, dan
5)      Schute.
d.    Terjadi perdebatan tentang hubungan sosilogi dengan ilmu pengetahuan.
e.  Weber berpendapat bahwasannya sosiologi memiliki ciri khas tersendiri, sehingga menjadikan adobsi menyeluruh model ilmiah susah direalisasikan dan tidak bijak.
f.  Pengamatan sekilas terhadap jurnal-jurnal Amerika hingga saat ini menunjukkan dominasi pendapat bahwasannya mereka lebih menghendaki sosiologi sebagai bagian dari ilmu pengetahuan.

B.     CIRI-CIRI SOSIOLOGI

1.      Empiris, artinya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan didasarkan pada observasi terhadap kenyataan menggunakan akal sehat dan indra, sehingga hasilnya tidak bersifat spekulatif.
2.      Teoritis, artinya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil pengamatan empiris. Abstraksi merupakan penarikan kesimpulan yang menjelaskan hubungan sebab-akibat dari gejala-gejala sosial yang diteliti.
3.      Kumulatif, artinya sosiologi membangun argumen yang tidak turun begitu saja di ruang hampa, melainkan disusun atas teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Teori-teori tersebut merupakan hasil dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.
4.      Non etis, artinya sosiologi membahas suatu permasalahan sosial tanpa mempersoalkan nilainya, yaitu baik atau buruknya suatu persoalan yang dibahas. Sosiologi lebih berkepentingan untuk menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi. Penjelasan tersebut juga harus logis, mendalam, dan mudah dipahami.

C.    OBJEK KAJIAN SOSIOLOGI

Objek sosiologi ada dua macam, yaitu objek material dan objek formal.

  1. Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antarmanusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri.
  2. Objek formal sosiologi ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, objek formal sosiologi adalah hubungan antarmanusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.


D.    KEGUNAAN MEMPELAJARI SOSIOLOGI

Sebagai ilmu pengetahuan sosial yang objeknya masyarakat, sosiologi memiliki empat macam kegunaan, yaitu dalam bidang perencanaan sosial, penelitian, pembangunan, dan pemecahan masalah sosial.

A. Perencanaan Sosial
          Pengetahuan sosiologi sering diterapkan dalam perencanaan sosial. Dalam membuat sebuah perencanaan tentunya seorang ahli harus memahami betul seluk-beluk kehidupan masyarakat yang menjadi objek perencanaan sosial. Untuk memahami masyarakat inilah, seorang ahli menerapkan ilmu sosiologi. Perencanaan sosial adalah suatu kegiatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan manusia dalam masyarakat secara ilmiah yang bertujuan untuk mengatasi kemungkinan timbulnya masalah pada masa-masa terjadi perubahan.
Perencanaan sosial lebih bersifat preventif. Oleh karena itu, kegiatannya merupakan pengarahan-pengarahan dan bimbingan-bimbingan sosial mengenai cara-cara hidup masyarakat yang lebih baik. Makanya, berbagai perencanaan sosial dibuat. Secara sosiologi, perencanaan sosial didasarkan pada perincian pekerjaan yang harus dilakukan dalam rangka mempersiapkan masa depan yang lebih baik daripada sebelumnya. Contoh, pada masa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti saat ini, tentunya akan membawa dampak positif maupun negatif. Hal ini berarti diperlukan persiapan untuk menggunakan perencanaan dengan meningkatkan kemampuan masyarakat demi mencapai kemajuan. Sehingga teknologi bukan menjadi beban dan justru tidak bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.


B. Penelitian

          Sosiologi memiliki metode-metode penelitian sebagaimana halnya dengan ilmu-ilmu lainnya. Objek penelitian sosiologi mengacu hampir seluruh aspek kehidupan
manusia, terutama aspek yang berhubungan dengan interaksi antarmanusia dalam masyarakat. Selain itu, tugas sosiologi adalah
mencari dan menemukan data faktual tentang kebenaran yang terlepas dari nilai-nilai subjektif. Informasi sosiologi yang disajikan senantiasa ditemukan melalui metode-metode ilmiah yang sudah teruji. Sosiologi dalam penelitian tentang tindakan sosial dalam masyarakat selalu bersandar pada interpretasi yang logis, objek diutamakan pada situasi yang dialami, diketahui dan dilihat, sehingga asumsi-asumsinya dapat dibuktikan. Selain itu penelitian sosiologis
lebih mengutamakan hasil yang objektif serta bebas dari kecenderungan baik dan buruk. Oleh karena itu, di abad perubahan seperti sekarang ini dengan corak kehidupan sosial yang kompleks dan rumit penelitian sosiologis sangat dibutuhkan untuk mengungkap masalah yang faktual.
Dalam penelitian masyarakat, sosiologi memiliki kelebihan dibidang ilmu-ilmu yang lain dikarenakan beberapa sebab antara lain.
o   Memahami simbol kata, kode, serta sebagai istilah yang digunakan masyarakat.
Pemahaman terhadap pola- pola tingkah laku manusia dalam bermasyarakat.
o   Kemampuan mempertimbangan fenomena sosial yang timbul di dalam kehidupan   
Bermasyarakat.
o   Kemampuan memperlihatkan kecenderungan perubahan pola dan tingkah laku  Masyarakat.
o   Kehati- hatian menjaga pemikiran yang rasional agar tidak terjebak dala pola pikir yang tidak jelas.


C. Pembangunan

          Pengertian pembangunan dalam sosiologi adalah cara menggerakkan masyarakat untuk mendukung pembangunan dan masyarakat adalah sebagai tenaga pembangunan, dan dampak pembangunan. Sosiologi pembangunan berkembang pesat sejak awal 1960-an. Pembangunan merupakan bentuk perubahan sosial yang terarah dan terncana melalui berbagai macam kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Bangsa Indonesia seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah mencantumkan tujuan pembangunan nasionalnya. Kesejahteraan masyarakat adalah suatu keadaan yang selalu menjadi cita-cita seluruh bangsa di dunia ini.

D. Pemecahan Masalah Sosial

            Sebagaimana ilmu tentang masyarakat, sosiologi mempunyai peranan besar dalam upaya-upaya pemecahan masalah sosial. Bahkan upaya pemecahan masalah sosial secara terperinci dipelajari dalam kajian ilmu sosiologi. Masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur sosial yang membahayakan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, sosiologi menyuguhkan metode-metode sosial yang mampu menjadi metode penanggulangan masalah-masalah tersebut. Menurut Roucek dan Warren, masalah sosial merupakan masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat itu sendiri.
Upaya pemecahan masalah:
ü  Negara membuat kebijakan sosial yang benar- benar akurat yang didasarkan pada data dan informasi terkini.
ü  Tindakan bersama oleh masyarakat sehingga tercipta sebuah kondisi masyarakat yang lebih ideal.

E.     

Menyusun Best Practices

  LK 3.1 Menyusun Best Practices   Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi...