Minggu, 18 November 2012

Penyimpangan Sosial , pengertian, bentuk, jenis, dampak, dan upaya pencegahannya.


A. Pengertian Penyimpangan Sosial 
           Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang penyimpangan sosial, alangkah baiknya kita mengetahui makna penyimpangan sosial terlebih dahulu. Terkadang kita tidak mengetahui apakah tindakan kita sudah benar atau tidak di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan ini kita defenisikan pengertian Perilaku penyimpangan (deviasi sosial) sebagai suatu bentuk perilaku yang tidak sesuai, melanggar, atau menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang ada dalam masyarakat. Sehingga perilaku menyimpang dapat terjadi di mana saja, baik di keluarga maupun di masyarakat. Jadi, hal inilah menjadi tolak ukur kita, apakah tindakan kita menyimpang atau sudah sesuai dengan keinginan masyarakat atau justru tidak diinginkan oleh masyarakat. Dengan perkataan lain, penyimpangan sosial (deviasi sosial) adalah semua tindakan yang tidak berhasil menyesuaikan diri (comformity) terhadap kehendak masyarakat. Untuk lebih lanjutnya, berikut pengertian penyimpangan sosial menurut beberapa tokoh: 
  1. Menurut Robert M. Z. Lawang.  Penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. 
  2. Menurut James W. Van Der Zanden.  Perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi.

B. Teori-teori penyimpangan sosial 

     Berikut beberapa teori tentang penyimpangan sosial: 
  1. Teori Differential Association. Teori ini mengatakan bahwa penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda dan terjadi melalui proses alih budaya. 
  2. Teori Labeling. Pandangan teori ini, seseorang melakukan perilaku menyimpang karena proses Labeling, pemberian julukan, cap, etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial sesuai dengan label yang diberikan. 
  3. Teori Merton (R. Merton). Teori penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial sehingga terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. 
  4. Teori Fungsi (Durkheim). Bahwa kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan, lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu, agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. 
  5. Teori konflik (Karl Marx). Menurut teori ini mengatakan bahwa perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Jadi, karena ada kelas atas yang selalu menindas kelas bawah akan menimbulkan pertentangan dan menjadikan tindakan menyimpang. 

C. Faktor-faktor penyimpangan sosial 

          Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap tindakan manusia ada sebabnya, atau sering dikatakan hokum sebab-akibat, begitu juga dengan perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang disebabkan oleh berapa faktor sebagai berikut: 
  • Menurut James W. Van Der Zanden, faktor penyimpangan sosial dibagi menjadi tiga yaitu: 
  1. Longgar/tidaknya nilai dan norma. longgarnya nilai dan norma disuatu daerah akan berdampak pada perilaku menyimpang dalam masyarakat. Semakin longgar suatu nilai dan norma dalam masyarakat akan semakin mudah orang melakukan penyimpangan di daerah atau masyarakat lainnya. contohnya: seseorang yang hidup di Barat ciuman depan umum hal yang wajar, ketika ia ke Indonesia dan melakukan hal yang sama akan dikatakan sebagai tindakan menyimpang. 
  2. Sosialisasi yang tidak sempurna. Ketika seseorang dalam proses sosialisasinya dalam keluarga tidak sempurna, maka tak jarang seorang anak akan melakukan tindakan menyimpang. contohnya: seorang anak yang kedua orang tuanya telah bercerai akan memungkinkan melakukan tindakan yang sama ketika ia menikah nantinya. 
  3. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang. Meski sosialisasi dalam keluarga sudah baik, tetapi ketika mendapatkan sub budaya yang berbeda dari keluarga atau pengaruh dari budaya luar akan berdampak pada tindakan menyimpang. contohnya: seorang anak yang taat pada orang tua bersahabat dengan anak yang menyimpang maka secara tidak langsung anak yang taat akan melakukan seperti yang dilakukan temannya. 
  • Menurut Casare Lombroso, faktor penyimpangan sosial dibagi menjadi tiga yaitu: 
  1. Biologis. Orang yang memiliki ciri fisik tertentu akan berdampak pada tindakan seseorang. contohnya: ketika orang memiliki badan besar sering dikatakan sebagai orang pemarah dan tukang pukul. Karena anggapan seperti itulah orang yang berbadan besar menjadi apa yang dikatakan oleh masyarakat. 
  2. Psikologis. Secara psikologis seseorang juga akan berdampak pada tindakannya, seperti seseorang yang trauma atau kepribadian yang retak akan sering melakukan tindakan menyimpang. contohnya: orang yang ditinggal pacar melakukan bunuh diri. 
  3. Sosiologis. Perilaku menyimpang juga dapat dipengaruhi oleh faktor sosiologis yaitu pengaruh lingkungan sekitar. contohnya: anak yang rajin berteman dengan anak pembolos sehingga ia diajak untuk melakukannya. 

          Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang adalah:

  1. Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat
  2. Tidak mempunyai seseorang sebagai panutan dalam memahami dan meresapi tata nilai atau norma-norma yang berlaku di masyarakat. 
  3. Pengaruh lingkungan kehidupan sosial yang tidak baik. 
  4. Pertentangan antar agen sosialisasi 
  5. Pengaruh fisik dan jiwa seseorang.
  6. Proses bersosialisasi yang negatif. 
  7. Ketidakadilan. 

D. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial 
              Penyimpangan dalam masyarakat sering terjadi dan memiliki bentuk-bentuk tersendiri seperti penyimpangan yang dilakukan oleh individu, kelompok, campuran. Penyimpangan tersebut ada yang bisa diterima, ada pula yang tidak diterima oleh masyarakat karena ada penyimpangan yang dianggap positif oleh masyarakat. lebih lanjut, berikut bentuk penyimpangan dalam masyarakat: 
  • Berdasarkan kadar penyimpangan. 
          Menurut Lemert (1951), Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk: 
  1. Penyimpangan Primer (Primary Deviation)Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Contohnya: menunggak iuran listrik, telepon, melanggar rambu-rambu lalu lintas dll.
  2. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut, karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya. Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat. Penyimpangan jenis ini sangat merugikan orang lain, sehingga pelakunya dapat dikenai sanksi hukum atau pidana. Contohnya: pemabuk, pengguna obat-obatan terlarang, pemerkosaan, pelacuran, pembunuhan, perampokan, perjudian. 

  • Berdasarkan pelaku penyimpangan 

  1. Penyimpangan individu (individual deviation). Penyimpangan jenis ini dilakukan secara perorangan tanpa campur tangan orang lain dan berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. contohnya: tidak patuh pada perintah orang tua (Pembandel), tidak taat pada orang berwenang seperti RW atau guru (pembangkang), menerobos lampu merah (pelanggar), pencopet di pasar (perusuh atau penjahat). 
  2. Penyimpangan kelompok (individual deviation). Penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama atau secara berkelompok dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan yang dilakukan kelompok, umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman. penyimpangan kelompok biasanya lebih sulit dikendalikan karena mereka patuh pada aturan kelompoknya dan fanatik sehingga lebih berbahaya dari penyimpangan individu. contohnya: tawuran pelajar, kenakalan remaja, penyimpangan kebudayaan, pemberontakan, perkelahian antar suku, agama, dan antar geng. 
  3. Penyimpangan campuran (mixture of both deviation) Penyimpangan ini diawali oleh individu, selanjutnya memengaruhi orang lain agar ikut dalam penyimpangan. Dalam hal ini, orang yang terpengaruh akan mengikuti jejak para propokatornya. contohnya: demonstrasi damai berubah menjadi anarkis ketika salah satu demonstran melakukan penyimpangan, pemalsuan uang, dan pengedaran narkoba. 

  • Berdasarkan sifat penyimpangan 

  1. Penyimpangan positif. Penyimpangan atau perilaku yang melanggar atau tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat, tetapi memiliki dampak positif bagi dirinya atau masyarakat karena memberikan unsur kreatif dan inovatif. contohnya: dahulu istri (perempuan) tidak boleh kerja di luar atau mengerjakan pekerjaan lelaki seperti jadi sopir taksi, akan tetapi karena suami (laki-laki) tidak mampu lagi bekerja sehingga istri lah yang bekerja. 
  2. Penyimpangan negatif. Penyimpangan ini bersifat negatif karena tindakannya cenderung merugikan dirinya, masyarakat, menghancurkan barang atau benda, bahkan menimbulkan korban. contohnya: korupsi, pencurian, demonstrasi anarkis, dan pembunuhan. 
E. Beberapa penyimpangan sosial dalam masyarakat 
               Nilai dan norma dibuat masyarakat untuk mengatur kehidupannya yang tertib dan tentram. Tapi tak jarang nilai dan norma tersebut dilanggar seseorang dan ini lah yang dinamakan tindakan menyimpang atau penyimpangan sosial. Dalam masyarakat terdapat beberapa pelanggaran terhadap nilai dan norma yaitu sebagai berikut: 
  1. Penyalahgunaan narkotika a) Heroin b) Ganja c) Ekstasi d) Shabu-shabu
  2. Kenakalan remaja a) Bolos sekolah b) Tawuran c) Ugal-ugalan di jalan raya 
  3. Minuman keras (alkoholisme) 
  4. Pelacuran
  5. Penyimpangan seksual a) Lesbian dan homoseksual b) Sodomi c) Perzinahan (sek diluar nikah) d) Kumpul kebo 
  6. Tindakan kejahatan a) Pembunuhan b) Pencurian c) Perampokan d) Pemerkosaan 
  7. Gaya hidup a) Sikap arogansi b) Sikap eksentrik (sikap yang aneh dari lainnya seperti anak funk) 
F. Dampak Penyimpangan sosial      
              Setelah dilakukan perilaku menyimpang akan bedampak pada pelaku penyimpangan dan juga bagi masyarakat sekitarnya. Berikut dampak dari penyimpangan sosial: 
  • Dampak terhadap diri sendiri 
  1. Dikucilkan masyarakat atau mencelakakan dirinya sendiri
  2. Terganggunya perkembangan jiwa
  3. Dapat mengahncurkan masa depan 
  4. Dapat menjauhkan diri pada tuhan 

  • Dampak terhadap masyarakat 

  1. Terganggunya keseimbangan sosial 
  2. Pudarnya nilai dan norma 
  3. Merusak unsur-unsur budaya 
  4. Kriminalitas 

  • Dampak positif 
  1. Menumbuhkan kesatuan masyarakat 
  2. Memperkokoh nilai-nilai dan norma dalam masyarakat 
  3. Memperjelas batas moral 
  4. Mendorong terjadinya perubahan sosial 
G. Upaya pencegahan dan mengatasi penyimpangan sosial
                Banyak upaya yang mampu mencegah, mengantisivasi, dan mengatasi penyimpangan sosial dalam masyarakat. Berikut ini upaya pencegahan dan mengatasi penyimpangan sosial:
  1. Penanaman nilai dan norma terhadap anak 
  2. Penanaman nilai-nilai ketuhanan 
  3. Pelaksanaan peraturan tidak memihak dan tegas 
  4. Pembentukan kepribadian yang kuat 
  5. Melaksanakan penyuluhan-penyuluhan dan rehabilitasi 
  6. Mengembangkan kegiatan-kegiatan positif 
  7. Mengembangkan kerukunan antar warga masyarakat

Sabtu, 17 November 2012

Makna wudhu'; tinjauan sosiologis

1. Makna membasuh dua telapak tangan 
 Ok guys, ketika masa kecil kita sering mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tua kita, orang yang lebih dewasa dari kita, bahkan dari ustadz-ustadz kita. Apa yang dilakukannya kita ikuti tanpa pernah curiga bahkan senang bisa mengikutinya. Begitu juga dalam berwudhu, tanpa banyak bertanya tentang apa tujuan dari membasuh dua telapak tangan. Nah, itulah uniknya anak kecil guys, tetapi sekarang kita udah lebih dewasa. Trus emang kenapa bang kalau kita udah dewasa? Gak apa-apa sih, abang cuma mengingatkan bahwa semakin dewasa maka kita harus semakin banyak bertanya tentang apa yang harus kita lakukan dan memaknainya. Benar gak guys? Terbersit dalam fikiran kita, “Ya juga ya!!!”, makanya di sini abang mau mengajak semuanya untuk mengartikan membasuh dua telapak tangan ketika berwudhu. Emang ada apa dalam membasuh dua telapak tangan bang? Huh…dasar anak nih, maunya buru-buru aja, he..he..ya, ini saya jelaskan, sebelum kita mau membersihkan semua anggota tubuh kita, maka yang terlebih dahulu dibersihkan adalah alat yang membersihkannya dan pastikan air yang membersihkan juga harus bersih. Jadi, sebelum membersihkan anggota badan yang lain, maka basuh kedua tangan kita terlebih dahulu agar yang dibasuh nantinya bersih juga. Andaikata kedua telapak tangan kita kotor bagaimana kita bisa membersihkan anggota tubuh yang lain sedangkan yang membasuh saja kotor. Lalu, apa hubungannya dengan kehidupan kita bang? Nah, masih ingat gak kata orang-orang pintar yang mengatakan “berfikir sebelum bertindak”? disini kita diajak sebelum berbuat apapun dalam masyarakat kita fikir terlebuh dahulu. Selain itu kita intropeksi diri dulu sebelum menghina atau mau memebersihkan orang lain. kalau sekarang mah, banyak orang ngomong keburukan orang tetapi dia sendiri belum benar. Apalagi oknum pejabat kita, belum terbukti udah mengucapkan janji. Waduh..waduh..berarti kita dianjurkan untuk membersihkan diri kita dulu, setelah itu baru kita bersihkan orang lain, terutama orang terdekat kita dulu guys. Kalau kita bawa kekehidupan negara, berarti seorang pemimpin negara harus bersih dulu, setelah itu baru membersihkan anggota-anggotanya baik dari korupsi maupun lainnya. Kalau sudah seperti itu, negara kita kan terjaga dari orang yang tidak bertanggungjawabkan? 

2. Makna Berkumur-kumur atau membersihkan mulut 
Tak terasa juga, akhirnya kita masuk ke pembahasan kedua guys. Di sini abang mau mengajak pembaca untuk mengelilingi makna berkumur-kumur ketika berwudhu’. Masih ingat gak bahasa anak-anak yang sering mengatakan orang yang nafasnya bau dikatakan nafas naga. Ha..ha…ada-ada aja anak-anak ya! Oleh karena itulah, kita dianjurkan berkumur-kumur untuk membersihkan mulut dari sisa kotoran makanan dan menghilangkan bau mulut. Wah, bagaimana ceritanya ya kalau kita berhadapan dengan orang banyak sedangkan nafas kita bau, ya pastinya orang disekeliling kita pada tutup hidung tuh. Malu gak loe? Sebenarnya guys, selain menghilangkan sisa makanan dan bau mulut, ada makna tersirat dibalik itu. Makna ini lebih dikontekskan pada kehidupan sehari-hari guys. Kita disuruh untuk membersihkan mulut kita, baik dari sisa kotoran, bau mulut, kita disuruh untuk meminum maupun memakan yang halal, selain itu juga kita harus membersihkan ucapan-ucapan kita dari bahasa yang tak sopan dan tak enak didengar. Pernah dengar kata mutiara yang mengatakan “mulutmu adalah harimaumu”. Wah, bahaya banget tuh, mulut kok disamain dengan harimau sih. Nah, maka dari itu guys, jaga mulutmu agar kamu terhindar dari serangan-serangan makhluk buas..he…he…Eh, gak tau ya, kata seorang filosof yang bernama Hobbes yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk terbuas di dunia. Kira-kira, bagaiman jadinya kalau kita asal-asal ngomong ya? Bisa-bisa kita babak belur lah, bisa dihajar massa. Nah lho, kalau udah tau gitu, ayo kita berlomba-lomba menggunkan mulut kita untuk berbicara dan menyerukan kebaikan dengan bahasa yang baik bukan untuk gossip lho ya. Hindari bahasa yang menjadi boomerang bagi kita. Sering lho, konflik terjadi karena salah ucapan. Kalau begitu, gunakan bahasa yang baik dalam komunikasi dikehidupan sehari-hari guys. Kalau gak percaya, lihat aja konflik-konflik yang ada disekitarmu. Lihat juga tuh kejadian-kejadian dalam negeri kita guys, konflik antar pemerintah dengan masyarakat. Tuh semua karena masyarakat butuh kepastian dari janji-janji yang diucapkan para pejabat. Dari konflik tersebut berapa kerugian negara bahkan kerugian pada orang yang terlibat. Padahal kejadian ini kan bisa diatasi dengan berkomunikasi dengan baik lho. Ok guys, maka dari itu, mulai dari sekarang kita harus menggunakan mulut kita untuk mengucapkan kata-kata yang baik, mengajak atau menyerukan kebaikan, berdzikir, membaca ayat-ayat Allah dalam Al-qur’an begitu juga Hadits Nabi Muhammad. 

3. Makna membasuh hidung 
Setelah mengelilingi makna berkumur-kumur, sekarang kita membongkar makna membasuh hidung guys. Hidung bukannya untuk bernafas agar manusia bisa hidup ya? Wah, berarti ini adalah anggota tubuh yang vital ya. Hidung tempat untuk menyalurkan penarpasan kita, sehingga masuk ke separu-paru untuk memompa dan mengalirkan darah-darah kita. Jadi guys, kalau lah kita menghirup udara yang bau maka akan masuklah udara yang bau tersebut keseluruh tubuh kita. Untuk itulah guys, kita disuruh membasuh hidung kita agar bersih dari kotoran-kotoran yang menempel di hidung kita agar udara yang masuk nantinya bersih dan baik untuk kesehatan guys. Kita juga dianjurkan menghirup udara yang segar agar kesehatan kita terjaga karena surga itu harum lho, makanya kita harus berupaya hanya menghirup yang harum-harum saja. Ok guys, kita telesuru kehidupan kita sehari-hari. Mana yang lebih banyak orang yang suka dengan yang bau atau yang harum? So pasti yang harumlah ya kan! Lihat aja para pemuda dan pejabat-pejabat guys, tak hentinya memakai harum-haruman ketika hendak berangkat kerja maupun menemui seseorang. Mereka berupaya menghindari reaksi-reaksi negatif karena bau badan mereka dan mereka berupaya menarik perhatian agar para klien mereka betah berada disampingnya. Nah, kalau udah betah, kan enak berkomunikasi sesama mereka sehingga apa yang mereka inginkan tersampaikan dengan baik guys. 

4. Makna membasuh muka 
Yes…Masuk juga kita di pembahasan membasuh muka. Ini pembahasan yang saya suka karena mengenai wajah yang cantik atau tampan seperti saya kan? Eh..Narsis loe..he..he..Di sini kita emang bahas wajah cantih atau tampan guys. Tapi kita kembali ke makna membasuh muka ketika berwudhu’ dulu lah. Ok sobat…Membasuh muka berarti membersihkan wajah dari kotoran, debu maupun mengembalikan wajah yang berkerut karena marah atau emosi. Nah, kalau kita udah membasuh muka tapi wajah kita masih kotor dan masih berkerut kan gak enak ketika menjalkan perintah Allah SWT. Selain itu ketika kita membasuh muka, kita berharap suatu hari muka kita enak dipandang orang sekeliling kita dan muka kita bercahaya ketika di hari kiamat guys. Tapi ada hal yang menarik sobat, lihat aja dalam masyarakat kita, ada cipika-cipiki (cium pipi kanan-cium pipi kiri) padahal gak mahromnya lho. Wah, bagaiman bisa bersih wajahnya kalau bersentuhan muka dengan bukan mahromnya apalagi ketika bersentuhan dengan orang yang belum mandi, ih..jorok ah. Terlebih-lebih pemuda sekarng guys, sampai cium jidat dan selanjutnya guys. Mulai sekarang kita hindari sedikit demi sedikita ya guys. He..he..oh ya sobat, tidak selamanya orang yang berparas cakep enak dipandang kan! Nah, membasuh muka ketika berwudhu’ adalah upaya meberikan cahaya yang enak dipandang guys, inilah yang sering dikatakan orang aura positif di wajah guys. Coba aja Tanya sama teman-temanmu sobat, mana yang lebih enak dipandang orang yang cakep dari pada orang yang manis? He..ada yang jawab yang cakep dan ada yang jawab yang manis. Nah, dalam diri kita yang terdapat kedua-duanya guys kalau kita memiliki aura positif di wajah kita, maka sobat sering-sering berwudhu’. Selain itu, agar enak dipandang kita harus menghilangkan kerut muka kita yang disebabkan emosi dan amarah. Setidaknya dalam masyarakat kita selalu menyapa dengan senyuman agar muka kita kelihatan cakep. Bayangkan aja kalau seorang guru masuk kelas dengan wajah muram durjana, wah pasti murid-murid pada malas tuh belajar, ya gak? Dan coba lihat juga strategi kampenya para elit politik, sering kali menggunakan strategi tebar pesona dan mereka menang juga kan. Meski dalam proses kepemimpinannya sering kita temui bertolak belakang dari kampanyenya. Berarti guys, kita harus mengubah wajah yang berkerut karena kotoran dan amarah menjadi wajah yang enak dipandang dengan menebarkan senyuman. 

5. Makna mencuci tangan 
Waw..ternyata kita udah dipembahasan makna mencuci tangan ketika berwudhu’. Kalau muka merupakan anggota tubuh yang pertama kali dipandang orang, sekarang tangan adalah anggota tubuh yang melakukan banyak aktivitas seperti memegang, menyentuh, menulis dan lainnya. Nah, karena tangan banyak melakukan aktivitas makanya tangan banyak yang kotor. Dari sinilah kita disuruh untuk membersihkannya. Membersihkan dari semua yang membuat tangan kita kotor baik dari kotoran-kotoran dari alam maupun kotoran-kotoran dari perbuatan seperti tangan jahil, mencuri, membunuh, dan menyentuh orang bukan mahromnya. Dengan perkataan lain, kita bersihkan tangan dari hal-hal negatif dan menggunakannya dalam hal-hal positif seperti memberi bantuan kepada manusia yang butuh bantuan. Oh ya guys, pernah dengar perkataan “lebih baik tangan di atas daripada tangan dibawah”. Berarti kita disuruh untuk selalu berbagi sesama, memberi bukan meminta-minta. Karena orang yang memberi biasanya adalah orang yang rajin bekerja sehingga ia bisa memberika harta maupun tenaga yang ia punya sedangkan orang yang meminta-minta tidak menggunakan tenaganya untuk bekerja keras sehingga ia tidak memiliki barang yang bisa ia berikan. Dan ketika memberikan barang kita dianjurkan menggunakan tangan kanan, karena kalau menggunakan tangan kiri sering disebut tidak sopan. Tapi guys, kalau tangan kana yang memberi, jangan sampai tangan kiri mengetahuinya. Artinya guys, kalau memberi sesuatu pada orang jangan diumbar-umbar keorang lain, bisa-bisa orang yang kita beri benci, malu dan dianggap sombong atau menghina..he..he..Perlu untuk diingat gauys, kalau tangan kita bersih dari kotoran-kotoran betapa banyaknya orang yang senang dengan kita. Kita bisa berjabat tangan untuk melakukan kerjasama. Sampai-sampai jari-jari tangan kita juga diikat oleh cincin pernikahan untuk membuktikan kerjasama antar wanita dengan pria. Jadi gunakan tangan kita untuk hal-hal positif guys, terlebih-lebih memberi sesama, bekerjasama, memberi petunjuk kejalan yang benar, dan bekerja yang bermanfaat. 

6. Makna membasahi kepala 
Rambut merupakan salah satu style para lelaki sedangkan kepala tempat bersimbuhnya. Percaya atau tidak guys, ketika kita membasahi kepala saat wudhu’ air yang kita gunakan menyentuh kulit serta masuk kedalam tubuh kita melalui lubang pori-pori hingga ke otak kita. Secara tidak langsung kita harus membersihkan rambut, kulit dan otak kita dari hal yang kotor. Dalam wudhu kita berdo’a agar rambut dan kulit kita terhindar dari api neraka. Selain itu pula, otak kita harus bersih dari pikiran-pikiran kotor atau negatif agar semua aktivitas kita bermanfaat. Saya teringat dengan perkataan yang mengatakan “Cogito Argo Sum” yang memiliki arti “aku berpikir maka aku ada”. Sungguh dahsyat dan pentingnya otak kita kalau bisa kita manfaatkan sebaik-baik mungkin. Dengan pikiran tersebut ternyata kita bisa menguasai dunia ini guys. Lihat aja para penjajah bisa menjajah karena mereka banyak berpikir dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Sadar atau tidak sadar kita juga masih dijajah oleh pikiran orang lain, baik dari tetangga, teman bermain maupun pengalaman-pengalaman kita. Mulailah saat ini untuk berpikir lebih maju dan merdekakanlah pikiranmu kata Tan Malaka. Tapi bertolak belakang hasilnya guys, kalau kita gunakan pikiran kita untuk memikirkan hal-hal negatif seperti berpikir mesum (Omes/Otak mesum) dan lainnya. Kemungkinan besar kita akan menjadi orang yang gagal. Coba kita lihat juga dalam Al-qur’an pasti banyak ayat-ayat yang mengakhiri dengan pernyataan Apala tafakkaruuun, ulil albab, dan ulil absor. Ada pula yang mengatakan bahwa hidup kita saat ini adalah hasil dari pikiran kita dahulu. Wah, bagaiman kalau kita sekarang berpikir kaya, sukses, dan terkenal? Pasti kita menjadi apa yang kita pikirkan tersebut. Tapi tidak sebatas berpikir aja guys, tapi harus ada tindakan dari hasil pikiran tersebut. Selain itu harus ada bentuk kongkrit target dan cara-cara mencapainya. Coba kita kroscek lagi ke belakang dalam kehidupan masyarakat, betapa percaya dirinya seseorang yang memiliki gaya rambut yang berbeda. Hal ini tidak luput dari pemikiran yang positif guys. Secara tidak langsung guys, kita diajak untuk mengubah cara pandang kita terhadap kenyataan hidup ini agar terhindar dari konflik, korupsi, dan perbuatan yang tidak diinginkan oleh masyarakat. 

7. Makna membasuh telinga 
Kita sudah hampir di pembahasan terakhir lho guys. Kali ini kita bahas makan membasuh telinga. Ketika wudhu’ kita membasuh telinga agar bersih dari kotoran yang menempel di telinga. Selain itu makna yang tersirat adalah bersih dari mendengar orang mengumpat, menggosip, memfitnah, dan mendengar media-media atau lagu-lagu berunsur maksiat. Kalau kamu sudah melakukan hal tersebut berarti arti wudhu’ telah meresap pada diri kamu. Sobat, kalau kamu mendengar apapun itu dari orang setidaknya kamu mencerna dengan baik perkataannya agar tidak salah paham. Banyak juga dari masyarakat yang salah menafsirkan perkataan orang sehingga tersesat dari kenyataan yang benar. Kita dianjurkan mendengar perkataan yang baik, mendengar berita yang baik, dan nasehat yang baik. selain itu seringlah mendengar kajian ayat suci Al-qur’an. sekarang kita tarik kepermasalahan yang ada dalam masyarakat guys, betapa banyaknya orang yang menjerit minta tolong, berkeluhkesah, kekurangan, dan menderita karena kemiskinan. Nah, kalau kamu jadi pemimpin guys, kamu harus mendengar jeritan rakyat tersebut, bukan menikmati kekayaan dan menutup telinga terhadap orang yang membutuhkan apalagi mengambil hak rakyat. Jadilah seorang pemimpin yang dekat dengan masyarakat agar kamu bisa mendengar kebutuhan mereka sesungguhnya. bukan hanya mendengar berita yang telah termanifulasi oleh kepentingan-kepentingan orang tertentu. apalagi berita yang sering simpang siur antara kenyataan dengan apa yang disampaikan. 

8. Makna membasuh dua telapak kaki 
Subhanallah…Akhirnya kita sampai diujung pembahasan guys. setelah kita memulai dari hal yang bersih, memiliki pandangan yang baik, berkata dan mendengar yang baik, selanjutnya kita harus melangkag guys, agar semuanya tidak sia-sia. mantapkan langkahmu didunia guys biar diakhirat bisa melangkah di titian sirothol mustaqim dengan mudah. oleh karena itu kita bersihkan langkah-langkah kita yang sudah kotor. yang biasa melangkah ketempat maksiat maupun yang telah melangkahkan diri pada jalan yang salah dan kegagalan. mulai saat ini juga guys, kita langkahkan kaki kita ke jalan yang benar dan melangkahkan diri kepada kesuksesan. ketahuilah sobat bahwa kita harus memiliki langkah yang pasti. dan percayalah guys bahwa manusia, masyarakat, atau negara yang memiliki tujuan dan berani mengambil langkah untuk mencapainya akan menjadi sukses. Jadi, membasuh dua telapak kaki ketika berwudhu’ bukan hanya membersihkan dari kotoran debu tetapi membersihkan langkah-langkah salah yang sudah kita lakukan. dengan demikian marilah kita mulai melangkah demi kesuksesan. 

Menyusun Best Practices

  LK 3.1 Menyusun Best Practices   Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi...