Rabu, 17 Oktober 2012

Pengertian kepribadian, tipologi, faktor, dan unsur

A. Pengertian kepribadian 
         Kepribadian pada hakikatnya merupakan gambaran sikap dan perilaku secara umum yang tercermin dari ucapan dan perbuatannya. Kepribadian menunjuk pada pengaturan sikap-sikap seseorang untuk berbuat, berpikir, dan merasakan, khususnya apabila dia berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan. Konsep kepribadian merupakan konsep yang sangat luas, sehingga sulit untuk merumuskan satu definisi yang dapat mencakup keseluruhannya. Oleh karena itu, pengertian dari satu ahli dengan yang lainnya pun juga berbeda-beda. Namun demikian, definisi yang berbeda-beda tersebut saling melengkapi dan memperkaya pemahaman kita tentang konsep kepribadian. Secara umum yang dimaksud kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang yang membedakan dengan orang lain. Untuk memahami lebih jauh mengenai pengertian kepribadian, berikut ini definisi yang dipaparkan oleh beberapa ahli. 
  1. M.A.W. Brower Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang. 
  2. Koentjaraningrat Kepribadian adalah suatu susunan dari unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang. 
  3. Theodore R. Newcomb Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku. 
  4. G.W All port Kepribadian adalah organisasi dinamis yang ada pada seseorang di dalam suatu sistem kejiwaan yang menentukan keunikan penyesuaian dengan lingkungannya. 
  5. Yinger Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi. 
  6. Roucek dan Warren Kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku seseorang. Dari pengertian yang diungkapkan oleh para ahli di atas, dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa yang dimaksud kepribadian (personality) merupakan ciri-ciri dan sifat-sifat khas yang mewakili sikap atau tabiat seseorang, yang mencakup polapola pemikiran dan perasaan, konsep diri, perangai, dan mentalitas yang umumnya sejalan dengan kebiasaan umum.
B. Tipologi Kepribadian 
       Menurut C.G. Jung dalam bukunya “Psychological Types“Pada tahun 1971, Ia membagi kepribadian itu atas introvert dan extrovert. Kedua tipe itu ditandai dengan sikap seseorang terhadap obyek. Seorang yang introvert pada dasarnya selalu ingin melarikan diri dari obyek, seakan-akan obyek itu harus dicegah agar tidak menguasainya. Sebaliknya, orang yang ekstrovert mempunyai sikap yang positif terhadap obyek. Dialah yang menguasai obyek itu. 
  1. Aliran Konvergensi, kepribadian merupakan hasil perpaduan antaramerupakan hasil perpaduan antara pembawaan (faktor internal) dengan pengalaman (faktor eksternal). 
  2. Aliran nativisme, kepribadian ditentukan oleh faktor pembawaan. 
  3. Aliran empirisme (tabularasa), kepribadian ditentukan oleh pengalaman-pengalaman dan lingkungannya. 
  4. Kepribadian rasional, yang dipengaruhi oleh akal pikiran sehat. 
  5. Kepribadian intuitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira-kira. 
  6. Kepribadian emosional, kepribadian yang dipengaruhi oleh perasaan. 
  7. Kepribadian sensitif, kepribadian yang dipengaruhi oleh panca indera sehingga cepat bereaksi. 
  8. Kepribadian ekstrovert, yaitu kepribadia nyang terbuka, berorientasi keluar. 
  9. Kepribadian introvert, yaitu kepribadian tertutup dan berorientasi pada diri sendiri. 10. Kepribadian ambivert, yaitu kepribadian campuran. 
C. Faktor Yang Mempengaruhi Kepribadian 
  1. Warisan biologis (pembawaan) contohnya seseorang yang memiliki anggota tubuh yang sempurna biasanya lebih percaya diri daripada orang yang memiliki kekurangan secara fisik.
  2. Lingkungan fisik contohnya orang yang tinggal di daerah tanah yang tidak subur membentuk pribadi yang pekerja keras sedangkan orang yang berada di daerah tanah subur membentuk sikap yang santai karena mudah mendapatkan kebutuhan. 
  3. Lingkungan budaya contohnya orang yang hidup di kota yang memiliki budaya individualis dan serba memaksa untuk bekerja keras membuat sikap yang rajin, dan orang yang berada dilingkungan budaya kasar membentuk sikap seseorang yang kasar.
  4. Pengalaman kelompok contohnya orang yang memiliki sahabat pemarah membentuk sikap pemarah.
  5. Pengalaman pribadi yang unik contohnya siswa yang ikut kegiatan khusus seperti pramuka akan berbeda sikapnya dengan orang yang tidak ikut pramuka.
D. Unsur-Unsur Kepribadian 
  1. Pengetahuan merupakan suatu bentuk konsep atau cita-cita yang ingin dicapai sehingga membentuk kepribadian seseorang. boleh juga bentuk gagasan, ilmu pengetahuan maupun karya seni.
  2. Perasaan suatu keadaan dalam kesadaran manusia, karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif. Adapun dorongan naluri antara lain, dorongan untuk memperatahankan hidup, dorongan seks, dorongan untuk berbakti, rasa, simpati, cemburu, dorongan akan kehendak bentuk, warna dan gerak. 
  3. Dorongan Naluri Pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang sadar, dan secara nyata yang terkandung di dalam otaknya. Seluruh proses akal manusia yang sudah jadi antara lain, persepsi, apersepsi, pengamatan, konsep maupun fantasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar